Degradasi Moral Pelajar Masa Kini, Refleksi Masa Depan Bangsa?

Di era globalisasi saat ini yang segala sesuatunya manusia selalu mengandalkan teknologi merubah pola hidup masyarakat secara global. Tentunya ini sangat merubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat, mulai dari sistem ekonomi, politik, kesehatan, hingga pendidikan.

Sehingga pelajar masa kini yang tumbuh dan berkembang di era globalisasi ini terpengaruh dengan adanya perubahan di lingkungannya yang membuat generasi masa kini berbeda dengan generasi sebelum-sebelumnya, mulai dari segi perilaku, moralitas, dan lingkungan yang memiliki pengaruh besar kepada generasi yang tumbuh pada masa kini.

Disamping banyak hal yang positif akibat era globalisasi ini, juga banyak hal negatif yang harus dihindari dan diseleksi karena tidak sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, pendidikan sebagai media edukasi dan pemahaman kepada para generasi millenial perlu ditanamkan lebih dalam menyikapi perubahan-perubahan yang ada di lingkungan, karena apabila era globalisasi ini tidak disikapi dengan benar, maka akan mulai muncul masalah-masalah baru yang dapat merubah karakter generasi saat ini salah satunya seperti menurunnya moralitas generasi muda khususnya pelajar.

Berbicara mengenai moral, pasti lekat kaitannya dengan budaya dan adab yang sudah berkembang turun temurun di negara ini. Para leluhur kita menjaga budaya dan adab ini untuk menjadi indentitas bangsa ini, bahkan dunia pun sudah mengenal kita sebagai negara yang ramah dan santun.

Tetapi di era globalisasi ini, seakan-akan budaya dan adab itu semakin lama semakin luntur. Berkaca dari para generasi mudanya yang sudah tidak menjunjung tinggi budaya dan adab yang sering kali ditunjukkan dengan perbuatan-perbuatan negatif di kehidupan masyarakat.

Mengapa masyarakat kita sangat sensitif terkait permasalahan adab, budaya, dan moral? Karena moralitas di masyarakat sudah sebagai bentuk kesepakatan masyarakat mengenai apa yang layak dan apa yang tidak layak dilakukan, serta mempunyai sistem hukum sendiri.

Hampir semua lapisan masyarakat mempunyai suatu tatanan masing-masing, bahkan komunitas terkecil masyarakat kadang mempunyai moral/etika tersendiri dengan sistemnya sendiri. Tidak jarang hukuman bagi mereka yang melanggar moralitas, lebih kejam daripada hukuman yang dijatuhkan oleh institusi formal. Hukuman terberat dari seorang yang melanggar moralitas adalah beban psikologis yang terus menghantui, pengucilan dan pembatasan dari kehidupan yang ‘normal’.

Baru-baru ini sikap demoralisasi ditunjukkan oleh generasi-generasi muda bangsa kita, seorang pelajar SMP berinisial AA menantang berkelahi gurunya Nur Khalim (30). Kronologi sebelum kejadian tersebut ketika Nur Khalim menegur siswa berinisial AA yang merokok di dalam kelas, karena tidak terima ditegur oleh gurunya, AA menghampiri gurunya kemudian bersikap seperti siap berkelahi dengan gurunya.

Tentunya kejadian-kejadian seperti ini bukanlah hal yang patut dan baru di dunia pendidikan Indonesia, bahkan kejadian demoralisasi pelajar kepada gurunya hingga merenggut nyawa gurunya yang terjadi di Sampang, Madura.

Ketika itu, Ahmad Budi Cahyono, salah seorang guru kesenian SMA di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura sedang melaksanakan proses belajar mengajar. Selama proses belajar mengajar dilakukan, salah satu siswa berinisial HI tidak fokus mendengarkan pelajaran dan terus mengganggu teman-temannya yang sedang mengerjakan tugas kesenian.

Melihat hal itu, gurunya  langsung menegur siswa berinisial HI. Bukannya malah menghentikan perbuatannya, justru siswa HI ini semakin menjadi-jadi untuk mengganggu teman-temannya, karena murka maka gurunya memberikan coretan di wajahnya sebagai bentuk hukuman. Tidak terima karena wajahnya dicoret terjadi perkelahian yang menyebabkan gurunya terpukul.

Melihat hal itu, guru dan siswa lain mencoba untuk melerai, kemudian guru kesenian tersebut di bawa ke ruangan kepala sekolah dan diizinkan untuk pulang lebih dahulu. Setiba di rumah, korban mengeluh kesakitan di bagian leher. Beberapa saat kemudian korban tidak sadarkan diri, kemudian di rujuk ke RSUD dr. Soetomo. Menurut analisis dokter, pukulan tadi menyebabkan kematian pada batang otak yang menyebabkan nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Tentunya dari contoh demoralisasi ini tidak boleh dibiarkan lagi terjadi di Indonesia, jangan sampai ada korban kekerasan hingga korban nyawa lagi dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Pemerintah harus merespon cepat kejadian ini. Perlunya ada penguatan khusus terkait hukum perlindungan bagi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, harus ada perubahan metode pendidikan yang lebih memerhatikan masalah adab, budaya, dan moralitas siswa sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

Tentunya ini bukanlah tugas sekolah atau guru semata, tetapi ini tugas kita semua untuk memberikan lingkungan positif di lingkungan pergaulannya, kemudian memberi pendidikan dalam hal adab dan moral kepada siswa-siswa. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan para pemudanya, apabila pemudanya memiliki sikap yang tidak bermoral, mau jadi seperti apa bangsa ini di masa depan?

 

Sumber : https://geotimes.co.id/opini/degradasi-moral-pelajar-masa-kini-refleksi-masa-depan-bangsa/

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Masalah Kependudukan di Indonesia

Masalah kependudukan adalah hal yang sudah umum dihadapi oleh setiap negara. Meski setiap negara memiliki masalah kependudukan, tapi masalah kependudukan di masing -masing negara bisa berbeda. Masalah kependudukan di Indonesia pun juga khas.

Indonesia sebagai suatu negara memiliki masalah kependudukan yang cukup berat serta perlu segera ditangani. Jika masalah kependudukan dapat diatasi dengan baik, maka masalah pembangunan dan kemakmuran penduduk berikutnya juga akan bisa ditangani dengan lebih baik.

Masalah kependudukan ini secara umum dapat dibedakan dalam dua hal umum, yakni berdasarkan kuantitas dan kualitas penduduk. Untuk mengetahui data kualitas serta kuantitas penduduk, suatu negara dapat melakukan berbagai cara, seperti dengan menggunakan metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.

Ketika data penduduk sudah diketahui, maka berikutnya suatu negara dapat melakukan pemetaan dan menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. Masalah kependudukan di Indonesia tersebut secara singkat akan diuraikan berikut.

A# Masalah Jumlah Penduduk yang Besar

Penduduk adalah faktor terpenting bagi suatu negara dalam program pelaksanaan pembangunan. Sebab, peran penduduk adalah untuk menggerakan pembangunan itu sendiri sekaligus hasil pembangunan juga ditujukan untuk kepentingan penduduk.

Indonesia sendiri adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, yakni mencapai angka 203.456.000 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, serta sekitar 260 juta jiwa di tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang demikian besar, Indonesia bisa mendapatkan manfaat yang besar, tapi sekaligus angka penduduk yang besar ini juga bisa menjadi masalah.

Manfaat jumlah penduduk yang besar sendiri, dapat berupa :

  • Ketersediaan tenaga kerja dalam mengolah sumber daya alam lebih banyak
  • Sumber tenaga untuk dimanfaatkan dalam melaksanakan pembangunan lebih banyak.
  • Penduduk dapat ikut mempertahankan keutuhan negara dari ancaman negara atau bangsa lain.

Dapat dikatakan bahwa jumlah penduduk besar ini adalah modal dasar dari pembangunan. Hanya saja, hal ini berlaku ketika sumber daya manusia yang ada memiliki kualitas yang memadai. Apabila sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas, maka jumlah penduduk yang banyak ini justru bisa menjadi kendala dalam proses pembangunan.

Masalah yang dapat ditimbulkan dari jumlah penduduk yang besar ini terutama dalam hal sosial ekonomi, yang dapat meliputi :

  • Upaya penyediaan kebutuhan hidup penduduk secara layak, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta fasilitas sosial lain yang harus lebih besar.
  • Persaingan dunia kerja yang ketat, sehingga lapangan kerja jadi lebih sempit. Artinya, penyediaan lapangan kerja harus lebih luas.
  • Penyediaan jaminan keamanan, ketentraman serta kesejahteraan yang harus tinggi.
  • Kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial meningkat.
  • Angka pengangguran meningkat, terutama bagi mereka yang tidak mampu bersaing dalam dunia kerja.
  • Angka kriminalitas yang meningkat.

Lalu, jika kita menemui masalah kependudukan di Indonesia yang seperti ini, ada beberapa upaya penanggulangan yang bisa dilakukan, seperti berikut :

  • Melalui program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional
  • Menetapkan Undang-Undang Perkawinan untuk mengatur dan menetapkan batas usia nikah.
  • Membatasi tunjangan anak bagi PNS atau ABRI hanya sampai anak kedua.

B# Masalah Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Pertumbuhan penduduk di Indonesia secara nasional terbilang tinggi. sekali pun ada kecenderungan menurun, tetapi nilainya masih cenderung tinggi tiap tahunnya. Sebagai contoh, di tahun 1961 – 1971, pertumbuhan penduduk per tahun rata -rata adalah 2,1 %, lalu di tahun 1971 hingga 1980, pertumbuhan penduduk rata -rata per tahun adalah 2,32 %, dan di tahun 1980 hingga 1990 sebesar 1,98 %, sedangkan periode 1990 hingga 2000 sebesar 1,6 % per tahun.

Persentase pertumbuhan penduduk yang menurun adalah prestasi luar biasa bagi Indonesia. Sebab, kebanyakan negara berkembang cenderung terus mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk. Di Indonesia, penurunan pertumbuhan penduduk ini banyak dipengaruhi oleh keberhasilan program KB di seluruh tanah air.

Dampak masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi ini dari tahun ke tahun dapat menimbulkan masalah sosial ekonomi, seperti :

  • Kebutuhan berbagai fasilitas sosial meningkat
  • Persaingan dunia kerja yang semakin meningkat sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja
  • Angka pengangguran meningkat, terutama bagi mereka yang tidak mampu bersaing
  • Angka kriminalitas meningkat.

Dampak atau masalah ini dapat ditanggulangi dengan berbagai upaya, seperti :

  • Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional.
  • Menetapkan Undang-Undang Perkawinan untuk mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah.
  • Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.

Simak juga: Pengertian dan Jenis Sumber Daya Alam

C# Masalah Persebaran atau Kepadatan Penduduk yang Tidak Merata

Persebaran penduduk di Indonesia ini erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk. Di Indonesia, kondisi persebaran penduduknya tidak merata, baik persebaran yang terjadi antar pulau, antar provinsi, kabupaten maupun antara pedesaan dan perkotaan.

Kebanyakan masyarakat Indonesia, menempati pulau Jawa. Untuk pulau Jawa dan Pulau Madura saja, dengan luas yang hanya sekitar 7% dari total wilayah daratan Indonesia, terdapat hingga sekitar 60% penduduk yang tinggal di sini. Ini berarti, sekitar 40% nya menyebar secara tidak merata di pulau lain atau dengan kata lain, hanya sedikit yang tinggal di luar pulau Jawa dan Madura, yang luas wilayahnya saja, mencapai lebih dari 90% wilayah daratan Indonesia.

Akibat ketidakmerataan persebaran penduduk ini, dapat terjadi banyak masalah kependudukan dan juga sosial ekonomi. Misalnyasaja berakibat pada luas lahan pertanian yang semakin sempit di Pulau Jawa, karena lahan pertanian banyak dijadikan sebagai pemukiman dan lahan industri.

Sebaliknya, kondisi di wilayah luar Pulau Jawa, seperti di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua, terdapat lahan kosong yang belum bisa banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian atau lahan perkebunan secara optimal karena sumber daya manusia di sana yang minim.

Jenis kepadatan penduduk sendiri juga dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni :.

1# Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian

Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis.

Kepadatan penduduk agraris adalah kepadatan penduduk yang dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian.

Sedangkan kepadatan penduduk fisiologis adalah kepadatan penduduk yang dihitung berdasarkan pada perbandingan antara jumlah penduduk total, baik penduduk dengan mata pencaharian sebagai petani ataupun tidak, terhadap luas lahan pertanian.

2# Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik)

Kepadatan aritmatik adalah jenis kepadatan penduduk yang dinilai dari perbandingan antara jumlah penduduk total, tanpa memandang mata pencaharian, terhadap luas wilayah total, baik lahan pertanian ataupun tidak. Untuk perhitungan kependudukan di Indonesia, rumus kepadatan penduduk umum (aritmatik) inilah yang biasa digunakan.

3# Kepadatan Penduduk Ekonomi

Kepadatan penduduk ekonomi merupakan perhitungan kepadatan penduduk berdasarkan pada besarnya jumlah penduduk yang ada pada suatu wilayah, dan didasarkan atas kemampuan ekonomi wilayah yang bersangkutan.

Dampak ketidakmerataan persebaran penduduk di Indonesia ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan kependudukan, yang dirangkum sebagai berikut :

  • Munculnya kawasan-kawasan kumuh di wilayah perkotaan serta berbagai rumah yang tidak layak huni.
  • Sulitnya persaingan yang terjadi di dunia kerja terutama di daerah padat penduduk. Hal ini menyebabkan merebaknya sektor-sektor informal, seperti pedagang kaki lima, pengamen, dan sebagainya, yang terkadang keberadaannya berpotensi mengganggu ketertiban.
  • Turunnya kualitas lingkungan di daerah padat penduduk
  • Tidak termanfaatkannya daerah dengan jumlah sumber daya minim.
  • Terganggunya stabilitas keamanan.

Untuk menanggulangi hal ini, dapat dilakukan usaha-usaha, meliputi hal-hal berikut ini.

  • Melaksanakan program transmigrasi.
  • Melaksanakan program pemerataan pembangunan yang dilakukan dengan cara mendistribusikan perusahaan atau industri di pinggir kota atau dekat kawasan pedesaan yang ada di pulau-pulau selain Pulau Jawa.
  • Melengkapi sarana dan prasarana sosial masyarakat hingga ke pelosok desa, dan daerah minim penduduk, sehingga pelayanan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa dapat dipenuhi dan dapat mencegah atau mengurangi arus urbanisasi.

Demikianlah penjelasan mengenai masalah kependudukan di Indonesia. Semoga berbagai masalah ini dapat segera ditanggulangi dengan baik. Semoga artikel ini juga dapat bermanfaat.

Referensi :

  1. Modal Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24. Universitas Negeri Makassar
  2. Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo : Global Tiga Serangkai.
  3. Foto: wikimedia.org
Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

KARAKTER SEBAGAI POROS PENDIDIKAN

Bagaimana penerapan konsep program Penguatan Pendidikan Karakter?

Model PPK tidak mengharuskan siswa untuk terus menerus belajar di kelas. Namun mendorong agar siswa dapat menumbuh kembangkan karakter positifnya melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler, ekstrakurikuler dalam pembinaan guru. Perlu dipahami, bahwa pendidikan karakter sudah dilaksanakan di seluruh persekolahan. Namun, perlu dilakukan upaya terobosan agar pendidikan karakter ini bisa dilaksanakan secara konsisten oleh sekolah dan memberikan dampak yang nyata.

Adakah sekolah percontohan penerapan program PPK?

Di tahun 2016 sebanyak 542 sekolah (SD dan SMP) telah tergabung menjadi sekolah percontohan penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah yang telah menerapkan berbagai praktik baik pendidikan karakter sehingga diharapkan mampu menjadi contoh/teladan dan menularkan “virus kebaikan” dalam penerapan PPK di sekitarnya. Sekolah-sekolah yang dipilih juga ditentukan berdasarkan keterwakilan provinsi, kondisi geografis, maupun status sekolah negeri dan swasta.

Bagaimana tugas dan peran guru serta kepala sekolah dalam implementasi PPK?

Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di kelas dan mampu mengelola manajemen kelas. Kepala Sekolah dapat mendesain budaya sekolah yang menjadi ciri khas dan keunggulan sekolah tersebut. Lalu, Sekolah mampu mendesain pelibatan publik guna meningkatkan peran orang tua dan masyarakat.

Seberapa penting pendidikan karakter dan kepribadian bagi anak?

Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. Selain lima nilai utama karakter, melalui PPK, pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda.

Apakah program PPK wajib diterapkan oleh seluruh sekolah?

Penguatan Pendidikan Karakter akan dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Program PPK diharapkan dapat mendorong kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia. Setiap sekolah, baik negeri maupun swasta, memiliki hak yang sama untuk menerapkan program yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang pendidikan ini.

Bagaimana proses implementasi program PPK?

Implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter akan dilaksanakan secara bertahap. Di tahun 2017, Kemendikbud menargetkan sebanyak 1.626 sekolah akan menjadi target rintisan PPK, yang akan memberikan dampak pada sekitar 9.830 sekolah di sekitarnya. Hingga tahun 2020, target implementasi penuh PPK diharapkan dapat terwujud. Tentu, implementasi PPK menyesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan sekolah. Diharapkan, keberhasilan satuan pendidikan yang menjalankan PPK dapat menjadi teladan/inspirasi bagi seluruh satuan pendidikan lainnya.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

 

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, kedua belah pihak harus saling bekerja sama dalam membangun sebuah hubungan jangka panjang bahkan seumur hidup. Tidak hanya meluruskan visi dan misi dari pernikahan, Anda dan pasangan juga harus saling mengevaluasi diri masing-masing. Masalah kecil ketika dipendam akan menjadi besar. Anda mungkin tidak suka dengan beberapa kebiasaan pasangan setelah menikah. Ingin berpendapat, tapi takut melukai hatinya. Mungkin, pasangan juga tidak suka dengan beberapa kebiasaan Anda, ia juga ingin menegur, tapi takut membuat Anda sakit hati. Ada beberapa kebiasaan yang dapat menghancurkan pernikahan Anda. Apa saja kebiasaan tersebut?

Apa saja kebiasaan yang dapat menghancurkan pernikahan Anda?

Berikut ini beberapa kebiasaan yang diduga dapat membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi renggang:

1. Memanfaatkan pasangan

Setelah menikah, baik Anda maupun pasangan memiliki perannya masing-masing. Laki-laki mungkin akan menyerahkan urusan dapur pada perempuan, atau sebaliknya, tidak masalah jika itu adalah kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak. Namun, ketika Anda memanfaatnya untuk melayani Anda tanpa memberikan timbal balik, ini akan menjadi hubungan yang tidak sehat. Anda membiarkan pasangan Anda terus melayani Anda, tanpa Anda memberikan pelayanan balik pada pasangan, bahkan jarang mengucapkan terima kasih padanya. Mungkin pasangan Anda akan menerima pada awalnya, tapi ia akan merasa terabaikan di kemudian hari.

2. Terobsesi pada gadget

Anda dan pasangan mungkin ‘kecanduan’ akan sesuatu. Tidak perlu melihat yang berat. Anda, atau pasangan mungkin jarang memiliki waktu berdua untuk berbicara, namun sangat aktif dalam media sosial. Tak jarang juga ketika memiliki waktu berdua, justru Anda berdua asik dengan smartphone masing-masing. Menurut Lisa Bahar, terapis berlisensi untuk keluarga dan pernikahan di Newport Beach Calif, yang dikutip situs Lifescript, “Kecanduan Anda akan sesuatu dapat menjadi orang ketiga dalam pernikahan Anda.” Tidak hanya media sosial dan gadget, kecanduan juga bisa berupa kecanduan alkohol, obat-obatan, judi, atau belanja berlebihan.

Meskipun kecanduan tersebut tidak melibatkan seks atau perselingkuhan, tetap saja ketika sesuatu yang menyita waktu Anda lebih banyak, ini dapat membuat Anda melupakan pasangan dapat merusak pernikahan. Pastikan Anda memahami nilai pernikahan, dan sadar bagaimana kebiasaan tersebut berdampak pada hubungan Anda berdua.

3. Tidak memiliki inisiatif untuk menunjukkan kasih sayang

Mungkin Anda merasa seharusnya pasangan Andalah yang harusnya terlebih dulu menunjukkan perhatian pada Anda, sehingga Anda tidak berinisiatif menunjukkan perhatian padanya. Anda perlu berhati-hati, sebab perilaku ini bisa menjadi kebiasaan, meskipun hubungan Anda dan pasangan sudah terbentuk dengan baik. Dampak buruknya, pasangan bisa menjadi salah paham atas kebiasaan tersebut, ia juga akan berasumsi bahwa Anda tidak benar-benar peduli padanya. Perhatian kecil dapat membuat hubungan Anda dan pasangan semakin intim. Cara untuk mengatasi kebiasaan buruk ini adalah dengan mencoba pelan-pelan memberi perhatian ketika Anda merasa dapat mengendalikan perasaan Anda, coba lihat respon positif yang Anda dapatkan.

5. Adu argumen setiap saat

Ketika kita memiliki pendapat, memang tujuannya adalah untuk didengarkan. Tapi, bagaimana ketika salah satu di antara kalian tidak mau mengalah? Tentunya solusi tidak akan tercapai, bukan? Adu argumen juga bisa menjadi kebiasaan. Anda mungkin tidak tahan untuk membalikkan kata-katanya dengan berbagai alasan. Percayalah, hal tersebut tidak akan berakhir, Anda dan pasangan hanya mengungkapkan alasan masing-masing tanpa menghadirkan solusi. Tidak ada salahnya berbicara baik-baik, saling mendengarkan, tanpa harus saling menyalahkan.

6. Menghindari seks

Jika Anda mulai menghindari berhubungan seks dengan pasangan, mungkin pernikahan Anda sedang dalam masalah. Pertama-tama, Anda mungkin menghindari seks dengan alasan merasa lelah, atau lainnya, pasangan pun mengerti dengan alasan itu. Perlahan, Anda pun akan terbiasa menghindari seks, berharap pasangan akan mengerti. Tentu saja, pasangan Anda akan bertanya-tanya dengan sikap Anda, keintiman pun akan berkurang dengan Anda bersikap seperti itu.

Coba temukan apa yang membuat Anda tidak tertarik melakukan hubungan seks dengan pasangan, apakah ikatan di antara kalian longgar karena seringnya berdebat, atau karena hal lainnya. Jika memang karena hal tersebut, pastikan Anda dan pasangan memiliki komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, cobalah untuk berusaha bilang ‘ya’ ketika ia mengajak berhubungan seks, walaupun suasana hati Anda mengatakan ‘tidak’ . Anda dan pasangan mungkin masih akan mendapatkan orgasme. Banyak manfaat berupa kesehatan mental dan fisik dari orgasme.

Jika Anda masih merasa tidak yakin, cobalah sebagai permulaan dengan memeluknya selama 10 menit. Berpelukan dapat melepaskan hormon oksitosin, dan menurunkan hormone stres.

7. Menjadikan pasangan sebagai prioritas kedua

Anda mungkin sedang fokus dalam mencapai cita-cita dan target-target yang lain, namun bukan berarti Anda menjadikan pasangan Anda sebagai prioritas terakhir, dan melupakannya di rencana-rencana Anda. Pasangan Anda juga memiliki mimpi-mimpi, yang perlu Anda lakukan adalah balik mendukungnya. Ketika keluarga berada di prioritas teratas, artinya pekerjaan juga ada di atas, sebab Anda membutuhkan biaya untuk mencapai mimpi-mimpi keluarga. Keseimbangan prioritas mungkin tidak akan tercapai, tapi yang penting Anda lakukan adalah jangan melupakan pasangan di rencana-rencana Anda.

 

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Alasan Selingkuh Pria dan Wanita Ternyata Berbeda

Selingkuh tampaknya menjadi hal biasa pada era milenium ini, ada yang memang niat dan ada juga yang tidak sengaja menerima karena ditawarkan oleh semesta. Apa Anda pernah diselingkuhi? Atau bahkan Anda yang berselingkuh? Lalu, apa bedanya alasan selingkuh antara pria dan wanita, ya? Untuk Anda yang penasaran, baiknya simak dulu sedikit penjelasan dibawah ini.

Apa sih artinya selingkuh?

Selingkuh menurut Whitehead, seorang psikolog AS yang meneliti tentang hubungan, adalah segala bentuk perilaku yang yang mengarah pada hubungan yang melibatkan orang lain di luar pasangan (suami istri atau kekasih) dengan memberi atau menerima perlakuan yang seharusnya diberikan pada pasangan atau membentuk perlakuan dengan hubungan seksual antara 2 (dua) orang.

Di zaman yang serba canggih ini, selingkuh tidak hanya dilakukan dalam bentuk fisik, tapi bisa secara non fisik (melalui telepon, aplikasi chatting, dan media sosial). Alasan selingkuh sesorang juga bermacam, yuk simak alasan selingkuh pria dan wanita

Alasan selingkuh pria

1. Tergoda oleh wanita yang lebih cantik

Pria mata keranjang memang banyak, apalagi dengan jargon “harta, tahta, dan wanita.” Alasan ini memang menjadi faktor tertinggi mengapa pria sampai bisa selingkuh. Bukan salah wanita dengan paras yang menggoda, tetapi di sini yang diuji adalam iman dan komitmen pria dalam suatu hubungan. Alasan klasik seperti ini memang akan banyak ditemui, tergantung bagaimana pria bisa mengendalikan pandangannya terhadap komitmen hubungan dan wanita lain.

2. Bosan

Setiap pasangan pasti akan bosan satu sama lain. Tetapi bosannya pria akan berbeda. Menurut sebuah penelitian dilansir dari WebMd, pria akan mencari wanita yang lebih menarik dari pasangannya. Pria akan lebih mudah menemukan wanita lain jika ia terkait lingkungannya sehari-hari. Seperti di tempat kerja, di lingkungan pertemanan atau bahkan sampai mencari lewat aplikasi kencan masa kini.

3. Merasa tidak dihargai oleh pasangan

Dalam suatu hubungan pasti ada yang mendominasi di antara keduanya. Pada faktor alasan selingkuh ini, Anda pastinya pernah mengalami di mana semua hal diatur, diperintah, dituntut bahkan didominasi oleh pasangan wanita. Hal ini dapat mengakibatkan pria merasa tidak memiliki kebebasan dan harga diri, karena semua telah diatur oleh pasangan. Maka dari itu pria akan mencari wanita yang bisa menghargai perannya sebagai seorang pria.

Alasan selingkuh wanita

1. Faktor ekonomi

Memang tak semua wanita itu materialistis. Namun, secara umum, alasan selingkuh ini sering ditemukan pada  fase hubungan perkawinan. Alasan klasik ini memicu naluriah seseorang, terutama wanita, untuk mendapatkan sandaran yang bisa “menjaga” dirinya sepenuhnya. Maka, tak jarang wanita akan mencari pria dengan finansial lebih baik dari pasangan sebelumnya.

2. Balas dendam

Untuk hal ini pria dan wanita punya perasaan yang sama. Balas dendam memang unsur yang tidak bisa dihilangkan begitu saja jika memang hati Anda pernah terluka. Umunya wanita akan melakukan balas dendam pada lelaki yang sama atau yang berbeda. Tergantung dari bagaimana perbuatan pria yang pernah menyakitinya.

3.Kurangnya kasih sayang dan keintiman

Wanita yang kurang mendapatkan kasih sayang awalnya akan mencari perhatian dari pasangannya. Namun jika hal ini terlalu lama terjadi, wanita akan mencari pria lain yang bisa memberikan kasih sayang. Sebetulnya alasan ini umum terjadi tidak hanya oleh wanita saja, pria pasti punya alasan sejenis yang memungkinkan ia mencari orang lain agar kasih sayangnya terpenuhi.

Kesimpulan

Dari semua alasan selingkuh di atas, bisa dibandingkan perbedaannya. Pria lebih didominasi faktor eksternal dari alasan perselingkuhan. Faktor yang awalnya berasal dari  pria yang merasa hubungannya tidak bahagia dan hawa nafsu akan wanita lain, akhirnya diakhiri dengan mencari pelampiasan keluar.

Begitupun akhirnya dengan alasan wanita berselingkuh. Faktor internal dari wanita dan hubungan yang dijalaninya juga berlandaskan lebih kepada ketidakpuasan dirinya akan apa yang ada pada pasangannya.

Jika Anda bosan, teliti lagi alasan mengapa Anda bisa bosan, bukan lari menjauh. Hubungan yang sehat harusnya tumbuh dan berkembang. Merasa bosan adalah salah satu tanda bahwa hubungan Anda hanya berjalan di tempat. Daripada selingkuh, sebaiknya tingkatkan romantisme bersama pasangan, ubah gaya hubungan sehari-hari, dan komunikasi perasaan Anda

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

5 Faktor Psikologi yang Jadi Alasan Perselingkuhan

Cinta tidak hanya melibatkan emosi, begitu kata antropolog biologis, Helen Fisher, dikutip dari konferensi TED tahun 2006. Menurut Fisher, cinta juga melibatkan sistem kerja otak yang terkait dengan seks dan reproduksi. Kedua sistem ini yang bisa menjelaskan mengapa manusia mampu melakukan perselingkuhan, bahkan di saat kita begitu menghargai cinta.

Sains di balik cinta dan perselingkuhan

Cinta, menurut Fisher, adalah dorongan. Cinta berasal dari motor otak, bagian otak yang menggerakkan kebutuhan dan hasrat, bagian otak yang memainkan perasaan ngidam. Jenis bagian dari pikiran ketika Anda meraih sepotong cokelat, ketika Anda ingin memenangkan promosi di tempat kerja. Penggerak otak.

Dalam konferensi tersebut, Fisher menjelaskan cinta seperti ketergantungan, bagaimana frase “cinta itu buta” (sedikit) ada benarnya. Saat Anda jatuh cinta, tidak hanya orang ini memiliki makna khusus untuk diri Anda, Anda memfokuskan seluruh jiwa dan raga, serta perhatian Anda pada mereka. Anda bisa dengan fasih mengurutkan apa saja yang Anda tidak sukai dari dirinya, tapi kemudian Anda tidak mengacuhkan itu semua, selain terpaku pada setiap gerakannya.

Anda memuja dirinya, namun Anda juga memiliki energi yang besar dalam diri Anda. Sehingga, setiap kali sesuatu yang berkaitan dengan orang yang Anda cinta berjalan mulus, Anda akan merasa seperti di langit ketujuh. Sebaliknya, jika tidak ada yang berjalan sesuai rencana, Anda merasa hancur. Sebuah kecanduan nyata pada orang tersebut. Hal ini mungkin diakibatkan karena peningkatan aktivitas dopamin dalam otak.

Anda juga menjadi sangat posesif secara seksual dengan dirinya. Tetapi, karakteristik utama dari cinta romantis adalah kebutuhan: suatu keinginan yang kuat untuk terlibat dalam satu hubungan dengan orang ini, bukan hanya secara seksual, tetapi juga emosional. Seks adalah nilai tambah, di samping itu Anda ingin dia untuk menghubungi Anda, mengajak Anda berkencan, dan seterusnya, untuk memberi tahu Anda bahwa ia mencintai Anda. Ciri utama lainnya adalah motivasi. Motor di otak mulai bekerja, dan Anda menginginkan orang ini. Terakhir, cinta adalah obsesi.

Untuk membuktikan teorinya, Fisher beserta tim penelitinya melakukan pemindaian otak 32 partisipan di dua situasi: saat mereka melihat foto orang yang mereka cintai secara romantis (bukan hubungan keluarga langsung) dan aktivitas lain yang berusaha melepas pikiran mereka dari orang-orang tersebut. Hal ini dilakukan untuk bisa melihat otak yang sama dalam keadaan rangsangan tinggi dan beristirahat. Hasilnya, foto orang yang dicintai bisa mengaktifkan kerja otak secara serentak, khususnya membangkitkan wilayah otak yang sama saat Anda mencandu kokain.

Manusia memiliki tiga sistem otak primer yang berhubungan dengan cinta. Pertama, dorongan seks, yang berevolusi untuk memotivasi seseorang untuk memenuhi kepuasan seks dengan berbagai partner. Kedua, cinta romantis yang memotivasi seseorang untuk memfokuskan energi kawin mereka pada pasangan spesifik, sehingga menghemat waktu dan energi. Ketiga, keterkaitan. Keterkaitan berevolusi untuk mendorong Anda dan pasangan Anda untuk bersama setidaknya cukup lama untuk membangun sebuah keluarga sebagai sebuah tim.

Ketiga sistem saraf dasar ini berinteraksi satu sama lain dan dengan sistem otak lainnya untuk memberikan Anda berbagai motivasi, emosi, dan perilaku yang diperlukan untuk mengatur strategi reproduksi manusia yang rumit.

Namun, akan selalu ada komplikasi dalam kerja sistem ini. Tiga sistem ini tidak akan selalu berjalan bersamaan. Itu sebabnya mengapa seks bisa tidak semudah itu. Saat orgasme, otak melepaskan lonjakan dopamin. Dopamin terkait dengan cinta romantis. Maka dari itu, Anda bisa saja jatuh cinta dengan partner seks Anda. Selain itu, orgasme juga melepaskan oksitosin dan vassopressin, dua hormon yang terkait dengan perasaan keterikatan. Ini mengapa sebabnya Anda bisa merasa memiliki persamaan dan berhubungan erat dengan partner seks Anda.

Tiga sistem ini juga tidak selalu berhubungan satu sama lain. Anda bisa merasakan keterikatan mendalam untuk pasangan jangka panjang Anda, namun di saat yang sama juga memiliki cinta romantis yang intens untuk seseorang selain dirinya, dan ketertarikan seks yang kuat terhadap orang lain yang bukan dari kedua orang ini.

Apa yang membuat seseorang bisa berselingkuh?

Perselingkuhan telah menjadi fenomena nyata di seluruh budaya dunia. Perselingkuhan umum terjadi bahkan pada orang-orang zaman Yunani dan Romawi kuno, Eropa pra-industri, Jepang kuno, Cina, dan banyak masyarakat lainnya.

Mengutip Psych Central, dalam jajak pendapat terbesar yang paling komprehensi di tahun 1994, Edward Laumann dan tim menemukan bahwa 20% wanita dan lebih dari 31% pria berusia 40-50 tahun melaporkan pernah terlibat dalam hubungan seksual dengan orang lain selain pasangan menikah mereka. Selain itu, Young dan Alexander dalam buku The Chemistry Between Us: Love, Sex and the Science of Attraction melaporkan bahwa sekitar 30-40% kasus perselingkuhan terjadi dalam pernikahan, untuk wanita dan pria.

Kini kita tahu, beberapa orang bisa berselingkuh dari pasangan mereka, tetapi pertanyaannya, mengapa mereka nekad untuk mengambil risiko emosional dan praktis untuk berselingkuh? Dilansir dari Psychology Today, ada 5 alasan mengapa seseorang berselingkuh, berdasarkan survei yang dilakukan Julia Omarzu, psikolog dari Loras College, bersama tim penelitinya.

1. Kurangnya kepuasan seksual dalam pernikahan, dan hasrat untuk hubungan seksual tambahan

Nafsu seksual seringnya berumur pendek, dan gairah bisa merosot turun cukup cepat saat gairah perlahan mati atau masalah emosional kembali muncul ke permukaan. Hal ini juga dapat memudar jika kedua pasangan dalam hubungan perselingkuhan tidak menemukan banyak kesamaan lain di luar seks.

2. Kurangnya kepuasan emosional dalam pernikahan

Mencari keintiman emosional bisa sama menariknya dengan mencari keintiman fisik sebagai alasan untuk memiliki perselingkuhan. Sebagian besar orang yang berselingkuh atas alasan ini melaporkan mereka merasa kurang terpenuhi kebutuhan emosionalnya dari pasangan menikah mereka. Jenis perselingkuhan ini biasanya tidak melibatkan seks dan cenderung memilih untuk tetap dalam hubungan platonis.

3. Hasrat untuk mendapatkan rasa penghargaan dari orang lain

Saling menghargai adalah faktor kunci dalam aspek emosional dalam suatu hubungan romantis. Kedua orang ini bisa saja bertumbuh semakin terpisah secara emosional dn gagal untuk mengakui kebutuhan yang mereka miliki dalam hubungan tersebut. Dalam penelitian Susan Berkowitz pada pria yang berhenti berhubungan seks dengan pasangannnya, 44% mengatakan mereka merasa marah, dikritik, dan tidak penting dalam pernikahan mereka. M.Gary Neuman menemukan bahwa 48% pria melaporkan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama untuk berselingkuh. Mereka merasa tidak dihargai dan berharap bahwa pasangan mereka bisa mengakui ketika mereka bekerja keras untuk mempertahankan pernikahan tersebut.

4. Tidak lagi cinta dengan pasangannya dan menemukan cinta yang baru.

Keintiman emosional dan fisik tampaknya menjadi faktor utama yang mengarah pada perselingkuhan.

5. Balas dendam

Dalam sebuah hubungan yang sudah terlanjur ‘sekarat’, keinginan untuk menyakiti pasangan yang (atau dicurigai) berselingkuh tampaknya mengalahkan hasrat pemenuhan keintiman fisik dan batin semata.

Perselingkuhan melambangkan hasrat, penderitaan, dan kebutuhan akan sebuah hubungan. Perselingkuhan jarang hadir tanpa adanya konflik atau bahkan tekanan. Selain itu, perselingkuhan mungkin adalah akibat, atau penyebab, dari pernikahan.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Penyebab Utama Perselingkuhan yang Belum Kamu Ketahui

Apakah kamu sering mengobrol mendalam dan panjang lebar, serta bertukar pesan singkat dengan lawan jenis yang bukan pasanganmu? Jika jawabannya iya, jangan-jangan kamu sudah selingkuh hati. Selain selingkuh fisik, selingkuh jenis ini tidak kalah berbahaya bagi keharmonisan pasangan.

Banyak orang mengira bahwa pria selingkuh dan meninggalkan istrinya untuk wanita yang lebih seksi atau lebih cantik. Sementara wanita akan meninggalkan suaminya demi pria yang lebih mapan. Namun, penelitian menemukan bukan hanya itu alasan utama seseorang berselingkuh.

 

Alasan Pria dan Wanita Berselingkuh

Perselingkuhan bukan hanya didasari atas hasrat untuk berhubungan seksual dengan pasangan yang lebih menarik atau menantang. Justru salah satu alasan utama pria berselingkuh karena kurangnya kedekatan emosional dengan pasangan.

Jika pasangan kurang kedekatan emosional, maka risikonya lama-kelamaan pasangan dapat menjadi kurang menghargai keberadaan satu sama lain. Kurangnya rasa penghargaan inilah yang kemudian menjadi salah satu kunci utama pria membangun kedekatan emosional dengan orang lain yang bisa memberikannya penghargaan.

Berbeda dengan pria, pada wanita perselingkuhan sering bermula dari perasaan sendiri, tidak bahagia, dan merasa diabaikan oleh pasangan. Pada dasarnya, wanita menginginkan sosok yang mengaguminya, sehingga dia merasa menarik. Jika ia diabaikan oleh pasangannya, maka perselingkuhan menjadi cara bagi wanita untuk mendapat perhatian yang mereka inginkan dari pria lain.

Selain itu, sebagian wanita berselingkuh pada saat mereka sedang  stres atau mengalami perubahan besar di dalam hidupnya, misalnya saat kehilangan pekerjaan atau gagal dalam bisnis. Pada saat ini, selingkuh dapat menjadi jalan keluar yang dapat menenangkan dirinya, mengalihkan perhatiannya, atau membuatnya merasa kembali berharga.

Mengenali Selingkuh Hati yang Membahayakan

Banyak macam perselingkuhan yang mungkin terjadi di sekitarmu, salah satunya adalah selingkuh hati. Umumnya orang yang menjalani selingkuh hati merasa bahwa ada yang kurang dalam pernikahannya, sehingga ketika ada pria atau wanita lain yang dapat diajak bicara dengan nyaman, dia merasa diperhatikan dan diinginkan.

Meski tidak selalu melibatkan kontak fisik, bukan berarti selingkuh hati tidak salah. Justru banyak hubungan yang awalnya hanya berdasarkan emosional, berujung kepada hubungan seksual.

Lebih jauh, selingkuh hati bahkan lebih berbahaya dibandingkan perselingkuhan fisik. Pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak selalu memiliki kedekatan dan kasih sayang. Namun sebaliknya, selingkuh hati melibatkan sisi emosional, yaitu keterhubungan, kedekatan, saling menyukai, dan pada akhirnya mencintai.

Sebagian orang sulit mengetahui apakah mereka sedang mengalami selingkuh hati atau tidak. Ada beberapa tanda saat kamu atau seseorang sedang selingkuh hati.

  • Kamu berdandan dan lebih berhati-hati memilih pakaian untuk menarik perhatian orang lain selain pasanganmu.
  • Kamu memberikan banyak energi emosional pada orang tertentu. Kamu cenderung merasa sedih atau cemburu jika dia mengabaikanmu.
  • Kamu menceritakan hal pribadi, seperti mimpi dan harapan, yang bahkan tidak diketahui oleh pasanganmu.
  • Kamu merasa bersalah jika pasanganmu melihat kalian bersama.
  • Kamu menceritakan masalah rumah tanggamu kepadanya.
  • Kamu menganggapnya penting dan sering meluangkan waktu untuk bisa bersamanya.
  • Kamu merahasiakan pertemuan dan obrolanmu dengannya dari pasanganmu, termasuk pesan singkat dan surat elektronik (email).
  • Kamu merasa bergantung padanya secara emosional.

Memang tidak semua perselingkuhan akan berakhir dengan perpisahan atau perceraian. Tidak sedikit pernikahan yang kembali utuh setelah perselingkuhan. Namun, diperlukan peran dari kedua pihak untuk mengevaluasi diri, memaafkan, memberi waktu bagi satu sama lain, dan memperbarui komitmen untuk menjalin kedekatan emosional. Jika kamu dan pasangan memerlukan bantuan, berkonsultasilah ke psikolog atau konselor pernikahan.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Maraknya Budaya Seks Bebas di Era Globalisasi: Suatu Refleksi Moral

A. Pendahuluan
Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa yang dimulai umur 8 – 14 tahun (Agustiani:2006). Mengutip pandangan Sarlito W.Sarwono dalam buku yang berjudul Psikologi Remaja,bahwa pada masa pubertas inilah masa di mana mereka mencari jati diri dan arti dari hidup. Pada masa-masa ini pula remaja memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar dalam segala hal. Tak heran apabila beberapa diantara mereka seringkali mengambil keputusan yang berisiko hanya untuk merasakan hal-hal yang belum mereka ketahui, termasuk misteri seksualitas. Banyak diantara mereka yang merasakan tidak sabar akan hal tersebut.

Di era globalisasi seperti yang kita alami saat ini, remaja harus terselamatkan dari dampak negatif globalisasi. Globalisasi memiliki arti mendunia yang ibaratnya kebebasan. Banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk, sementara budaya tersebut tidak cocok dengan kebudayaan kita yang ketimuran(http://da-pe-t.blogspot.co.id). Sebagai contoh kebudayaan seks bebas yang marak terjadi di budaya barat yang tidak cocok dengan kebudayaan kita serta bertolakbelakang dengan dasar negara kita, Pancasila.Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang.Istilah “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.Masalah seks bebas ini sering muncul baik di lingkungan maupun di media massa.

Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka (daerah.sindonews.com). Hal ini terbukti pada saat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes melakukan survei pada Oktober 2013 dilansir dari data m.kompasiana.com. Persentase yang cukup besar ini sangat memprihatinkan dan menarik perhatian. Terlebih hal tersebut dilakukan rata – rata dalam hubungan yang belum sah.

Kasus serupa yang dilansir dari data http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga bulan Juni 2016 setidaknya ada 47 siswi SMA dan SMP yang hamil akibat seks  bebas yang mereka lakukan. Data di Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo,misalnya, mengatakan ada 47 pelajar SMA dan SMP yang hamil serta putus sekolah. Sangat mengharukan apabila generasi penerus bangsa ini dirusak oleh hal – hal yang seharusnya belum mereka jajaki.

Seks bebas yang tak lazim untuk dilakukan ini memiliki dampak dalam berbagai hal, yaitu mental, psikologi,dan kesehatan reproduksi.
Data http://daerah.sindonews.com menyebutkan bahwa 10 mahasiswa di Tulungagung tertular HIV/AIDS setelah melakukan seks bebas. Mereka terinfeksi HIV/AIDS diakibatkan pasangannnya seringkali bergonta – ganti pasangan. Dapat dilihat bahwa akibat adanya seks bebas ini adalah munculnya penyakit serius yang tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga membahayakan orang lain.

Permasalah seks bebas pada remaja adalah permasalahan yang serius dan segera perlu diatasi agar tidak menyebabkan generasi penerus bangsa yang tidak ber-Pancasila. Remaja adalah calon generasi penerus bangsa yang memegang kunci masa depan bangsa ini. Berdasarkan data dan kasus yang terjadi, maka masalah yang perlu kita bahas adalah refleksi tentang penyebab, dampak, dan solusi untuk menangani maraknya budaya seks bebas di era globalisasi ini.

B. Refleksi tentang Penyebab Munculnya Budaya Seks Bebas
Awal mula seorang remaja terjerumus untuk melakukan seks bebas tidak mungkin langsung begitu saja terjadi. Pasti ada hal yang menyebabkan mereka ingin melakukan hal tersebut. Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks
bebas :

1. Kekuatan iman yang memudar
Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun. Seseorang dapat melakukan seks bebas karna kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri, karna agama adalah fondasi bagi hidup kita. Jika pengetahuan tentang agama saja kurang, apalagi pengetahuan diluar agama tentu sangat kurang.

2. Kurangnya perhatian orang tua.
Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak karena perhatian orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karna orang tualah yang paling dekat dengan anak. Apabila orang tua kurang memberi pengarahan serta pengetahuan maka seorang anak akan mudah terjerumus dalam hal – hal yang buruk. Tetapi ada juga anak yang memang memiliki kepribadian buruk, walaupun orang tuanya sudah memberikan perhatian yang cukup serta pengarahan yang cukup pula, anak yang tergolong memiliki keprobadian buruk akan senantiasa tidak mendengarkan perkataan orang tuanya. Hal tersebut akan meninggalan penyesalan pada akhir perbuatannya

3. Rasa ingin tahu
Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa sensasi seks terasa di awang – awang , ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan yang tanpa mereka sadari bahwa percobaan tersebut berbahaya.

4. Tontonan tidak mendidik
Di era globalisasi ini, banyak sekali tontonan yang sangat merusak melalui perantara internet maupun televisi. Tontonan yang baik menghasilkan perilaku yang baik dan tontonan yang buruk menghasilkan perilaku yang buruk. Di era ini, banyak sekali tontonan “panas” yang menjadi asupan remaja. Hal ini sangat mendorong remaja untuk menirukan apa yang mereka lihat karena keingintahuan mereka yang
sangat besar.

5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.
Bagi mereka yang pernah merasakan seksualitas, seks bebas adalah suatu hal yang wajar bagi pergaulan mereka. Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang akan dilakukan dapat memudahkan untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

6. Salah bergaul
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja. Apabila seorang remaja sudah salah dalam memilih teman maka akibatnya akan fatal. Memilih teman berarti memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa depannya cerah ditengah bekapan arus globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya, maka ia harus pandai dalam memilih teman.
Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan atau agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. Namun hal yang terpenting adalah memperkuat iman setiap remaja. Karena jikalau iman remaja tersebut kuat, untuk melakukan hal yang dianggapnya menyimpang pun takkan dilakukan.

C. Refleksi tentang Dampak Negatif Budaya Seks Bebas
Budaya Seks bebas lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan martabat kaum remaja atau dewasa yang melakukannya. Dampak negatif tersebut adalah:

1. Hilangnya harga diri
Hilangnya kehormatan dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia serta merusak masa depannya, dan meninggalkan memori buruk yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. Kehormatan sangat penting bagi setiap manusia, terutama pada wanita. Jika kehormatan tersebut sudah hilang maka akan jelas terlihat perbedaannya dengan wanita yang masih menjaganya.

2. Prestasi menurun
Apabila seorang remaja sudah melakukan seks bebas, maka pikirannya akan selalu tertuju pada hal negatif tersebut. Rasa ingin mengulanginya selalu ada, sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses belajar akan menurun. Malas belajar, malas mengerjakan tugas dan lain sebagainya dapat menurunkan prestasi remaja tersebut.

3. Hamil di Luar Nikah
Hamil diluar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi pelaku. Terutama bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan pelaku jika ketahuan siswanya kedepatan ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku yang kuliah hamil diluar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa terutama orang tua.

4. Aborsi dan Bunuh Diri
Terjadinya hamil diluar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan pikiran pelaku, guna menutupi keburukan ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.

5. Tercorengnya Nama Baik Keluarga
Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang dibangga-banggakan juga diidam-idamkan hamil diluar nikah. Nama baik keluarga akan tercoreng karna hal tersebut, dan hal tersebut akan meninggalkan luka yang mendalam dihati keluarga.

6. Tekanan Batin
Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan tersebut pelaku akan sering murung dan berpikir yang tidak rasional.

7. Terjangkit Penyakit
Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit-penyakit kelamin yang mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut rahim. Jika hal tersebut terus dilakukan, penyakit tersebut dapat menularkannya pada orang lain disekitarnya dan cukup membahayakan.

D. Refleksi Moral Menangkal Budaya Seks Bebas
Tidak ada suatu persoalan atau masalah yang tanpa solusi. Persoalan seks bebas harus ditangani oleh orang tua, sekolah, Pemerintah, dan remaja sendiri. Diperlukan refleksi moral untuk menangkalnya. Berikut refleksi moral yang dapat dilakukan untuk menangkal budaya seks bebas:

1. Hindari lingkungan yang buruk
Lingkungan merupakan area bersosialisasi setelah keluarga. Ketika lingkungan yang digunakan untuk bersosialisasi bukanlah lingkungan yang baik, maka perilaku menyimpang dapat saja terjadi. Menjadi pekerjaan orang tualah untuk mendidik anaknya supaya dapat mengerti baik dan buruk suatu perilaku sejak dini. Namun terkadang karena kesibukan dari orang tua maka anak yang tidak mendapat pengawasan dengan baik dan akhirnya banyak dari mereka yang terjerumus pada pergaulan bebas.

Banyak dari orang tua yang berdalih jika pekerjaan mereka adalah untuk kebutuhan anak juga. Hal ini memang dibenarkan namun ketika anak merasa diabaikan maka sebagai pelampiasannya, anak akan dengan mudah bergaul dengan pergaulan yang salah. Solusi yang tepat untuk hal ini tentu dapat dilakukan dengan cara membagi waktu antara pekerjaan dan waktu untuk mengurusi serta memperhatikan anak-anak dengan baik.

2. Batasi waktu keluar rumah
Waktu untuk bersosialisasi memang penting namun harus ada aturan dan batas-batasannya. Batasan dan aturan di dalam keluarga, harus dibicarakan dengan seluruh anggota keluarga agar nyaman satu dengan yang lain. Aturan yang dibuat tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang lingkup anak supaya tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak sehat.Terutama pada malam hari, sebaiknya anak tidak boleh keluar kecuali ada hal yang mendesak atau dapat pula dengan didampingi oleh orang tua. Tidak adanya batasan waktu, membuat seorang anak akan lebih bebas sehingga dampak dari pergaulan bebas pun tidak dapat dielakkan.

3. Isi waktu kosong
Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu yang kosong dengan kegiatan yang bersifat positif. Mengisi waktu kosong menghindarkan diri dari sikap bermalas-malasan atau bahkan pergi keluar untuk bergaul dengan mereka yang telah terjerumus. Untuk remaja, isilah waktu kosong dengan kegiatan – kegiatan yang mendukung keahlian ataupun kemampuan seperti ekstrakurikuler dan organisasi. Dengan begitu, waktu akan terisi oleh hal – hal yang bernilai.

4. Jangan salah bergaul
Bagi remaja yang kini sedang pubertas, mereka pasti akan memilih teman yang mengasyikan daripada yang baik. Walaupun tidak boleh membeda – bedakan teman, tapi ada baiknya apabila memilih teman yang memang baik untuk masa depan kita. Memilih teman yang dalam artian tidak menjerumuskan kita pada kondisi yang buruk. Apabila seorang remaja sudah memiliki teman yang “tidak benar” maka
secara tidak sadar remaja tersebutakan terbawa arus yang “tidak benar”

5. Memperdalam iman
Kuatnya iman dan dekatnya hubungan remaja dengan Tuhan-nya akan membawa mereka jauh dari kata dosa. Semakin banyak kita memperdalam dan memperkuat iman, maka semua ajaran yang menyimpang pun sudah pasti tidak akan dilakukan. Kuatnya iman inilah yang membawa mereka jauh dari terjerumus kata dosa.

6. Tidak mencoba-coba
Masa remaja yang dipenuhi dengan teka – teki sehingga mengakibatkan rasa ingin tahu yang besar membuat remaja ingin mencoba hal – hal baru. Memang wajar sekali remaja memiliki perasaan tersebut, tapi ada baiknya dipilah terlebih dahulu apa yang harus di coba dan tidak. Hal – hal yang harus mereka coba adalah sesuatu yang bersifat positif dan membawa mereka pada keberhasilan. Mencoba sesuatu yang bersifat negatif akan membawa mereka pada hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

7. Peranan Orang Tua
Orang tua dan keluarga adalah lingkungan yang terdekat dengan remaja. Pengawasan orang tua dalam perkembangan remaja haruslah intensif. Orangtua harus meluangkan waktunya bersama anak – anak mereka agar anak – anak tersebut merasa diperhatikan. Rasa diperhatikan inilah yang membuat remaja akan selalu nyaman berada dirumah. Walaupun begitu, orang tua juga harus bisa menjadi teman
bagi anak – anak mereka agar nantinya mereka akan selalu merasa lengkap berada di lingkungan keluarga.

E. Simpulan
Terjadinya seks bebas di kalangan remaja dikarenakan banyak faktor, yang paling utama adalah pesatnya perkembangan jaman. Hal tersebut membuat pergaulan menjadi bebas sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa batasan dan etika. Dari faktor-faktor penyebab seks bebas yang terurai diatas, dapat diketahui bahwa hal – hal tersebut harus diperhatikan dan harus dihindarkan dari remaja. Mengetahui dari dampak- dampak yang dihasilkan seks bebas, ternyata itu sangat mempengaruhi masa depan remaja. Bayangkan apabila seorang remaja yang hamil akibat seks bebas itu dengan terpaksa harus putus di bangku sekolah akibat ulahnya. Bilamana seorang remaja ternyata terinfeksi oleh penyakit HIV, pastilah remaja itu harus diasingkan agar tidak menularkan penyakit. Dari dampak- dampak diatas, dikethaui bahwa ada baiknya remaja dari sedini mungkin sudah diberikan pemahaman yang benar mengenai seks bebas. Perlu ada dan diingatkan terus untuk melakukan refleksi moral agar kelak remaja tersebut mengerti mengenai seks bebas dan paham dengan risiko yang ditanggung apabila melakukannya. Remaja harus berkembang menjadi dewasa tanpa seks bebas dan narkoba.

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Dampak Globalisasi dalam Pendidikan Nilai dan Moral di Indonesia

Globalisasi merupakan suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah. Di Indonesia pun globalisasi berkembang sangat pesat ditambah lagi dengan adanya gadget yang semakin mempermudah untuk mengetahui berbagai informasi di berbagai belahan dunia. Ada beberapa dampak positif dari globalisasi seperti Semakin cepat dan mudahnya komunikasi dan Informasi & ilmu pengetahuan mudah didapatkan. Globalisasi juga memiiliki dampak negatif seperti Sikap solidaritas atau kepedulian, gotong royong, kesetiakawanan berkurang, Informasi tidak terkendali dan tidak tersaring serta merosotnya pendidikan nilai dan moral masyarakat.

Merosotnya pendidikan nilai dan moral di Indonesia ini tidak lepas dari perkembangan teknologi saat ini, pasalnya setiap masyarakat terutama para pelajar pasti mempunyai gadget. Semakin kesini semakin terkikis nilai moral dan berbagai tradisi yang ada di masyarakat. Contohnya saja kesopanan dalam berpakaian, kebanyakan dari para remaja wanita sekarang lebih suka menggunakan pakaian-pakaian ala budaya barat seperti short pants dan tengtop. Globalisasi pun dapat merusak moral masyarakat seperti semakin sering terjadinya tawuran antar kelompok dan semakin banyaknya pengakses situs pornografi, buktinya pada tahun 2016 lalu Indonesia menempati posisi kedua sebagai pengakses situs pornografi terbanyak di dunia. Jika ini semakin dibiarkan lama-kelamaan akan merusak generasi bangsa.

Pengaruh globalisasi jika tidak dibentengi dengan pengetahuan agama dapat berujung dengan kasus-kasus tindakan kriminalitas, narkoba, korupsi, pelecehan seksual dan sebagainya.

 

Untuk mengatasi berbagai masalah yang bersangkutan dengan merosotnya nilai dan moral saat ini, alangkah baiknya jika pendidikan nilai dan moral lebih ditekankan lagi terhadap masyarakat terutama para pelajar di Indonesia guna untuk mengurangi bahkan meniadakan kasus-kasus yang menyangkut dengan pemerosotan moral anak bangsa kedepannya.

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Pengertian Moral : Nilai Dan Fungsi Moral Bagi Kehidupan Manusia

Untuk dapat memahami moral itu sendiri, perlu memahami struktur antropologis yang ada dalam diri manusia. Struktur antropologis manusia terdiri atas jasad, ruh, dan akal. Hal ini selaras dengan pendapat Lickona, yang menekankan tiga komponen moral yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral), dan moral action (perbuatan moral), yang diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Istilah lainnya adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pengertian Moral

Moral berasal dari nilai tentang sesuatu. Suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku anak itulah yang disebut moral. Jadi suatu moral melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karenanya tidak ada perilaku anak yang tidak bebas dari nilai. Hanya barangkali sejauh mana kita memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam perilaku seorang anak atau sekelompok anak memungkinkan berada dalam kondisi tidak jelas. Manusia yang hidup di dunia ini berjumlah ratusan miliar dan terus berkembang dengan pesat. Angka kelahiran dan kematian terus meningkat tetapi seimbang tetapi terkadang jumlah kelahiran lebih cepat meningkat.

Dengan meningkatnya angka kelahian secara otomatis maka jumlah penduduknya makin meningkat. Banyak sekali generasi muda pada zaman sekarang sangat kurang dalam penilaian sikap dan tingkah lakunya kepada para orang tua dan pada teman seumurannya.

Banyak dari generasi muda saat ini telah rusak dan tidak sopan atau hormat kepada orang tua atau sesorang yang umurnya lebih tua dari dirinya. Hal ini di sebabkan karena tidak adanya pengarahan moral yang di berikan ke pada anak tersebut. Sebenarnya apa moral itu akan di jelaskan sebagai berikut.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli

  • Pengerian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006) : Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
  • Pengertian moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) : mengatakan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat.  Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
  • Pengertian moral menurut Webster New word Dictionary (Wantah, 2005) : bahwa moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku.
  • Dian Ibung : bahwa moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang.
  • Maria Assumpta : pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Hal ini mirip bila dikatakan bahwa orang yang bermoral atau dikatakan memiliki moral adalah manusia yang memanusiakan orang lain.
  • Bapak Sonny Keraf : bahwa moral merupakan sebuah tolak ukur. Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu.
  • Bapak Zainuddin Saifullah Nainggolan : bahwa pengertian moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. Pengertian moral kali ini erat hubungannya dengan akhlak manusia ataupun fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  • Bapak Imam Sukardi : bahwa pengertiam moral adalah kebaikan kebaikan yang disesuaikan dengan ukuran ukuran tindakan yang diterima oleh masyarakat atau umum, meliputi kesatuan sosia maupun lingkungan tertentu. Disini, dapat anda perhatikan bahwa pengertian moral selalu dihubungkan dengan adat istiadat suatu masyarakat.
  • Menurut Wantah (2005) : Moral adalah sesuatu yang harus dilakukan atau tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk menentukan siapa yang benar dan perilaku yang baik dan buruk.
  • Menurut W. J. S. Poerdarminta : Menyatakan bahwa ajaran moral dari perbuatan baik dan buruk dan perilaku.
  • Menurut Dewey : Mengatakan bahwa masalah moral yang berkaitan dengan nilai-nilai moral.
  • Menurut Baron dkk : Mengatakan bahwa moral yang terkait dengan pelarangan dan mendiskusikan tindakan yang benar atau salah.
  • Menurut Magnis-Susino : Mengatakan bahwa moral selalu mengacu pada baik orang miskin sebagai manusia, sehingga aspek moral kehidupan manusia dalam hal kebaikan sebagai manusia.

Nilai Moral Dalam Kehidupan

  • Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

  • Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  • Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

  • Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar  dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

  • Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  • Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  • Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

  • Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  • Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

  • Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

  • Bersahabat/komunikatif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

  • Cinta Damai

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

  • Gemar membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

  • Peduli lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

  • Peduli sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  • Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa

Fungsi Moral Bagi Kehidupan Manusia

Nilai moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. nilai dianggap penting oleh manusia itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan hasrus diaplikasikan dalam perbuatan.moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara mengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut

Pada dasarnya nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesame sebagai bagian dari masyarakat. kedua, menarik perhatian pada permaslahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional”

Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya system hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingan-kepentingan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur.untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah system hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat , disebut hukum positif.

Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “diferensi”(perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat .sebagai attribut positif ini ialah:

Bukanlah kaidah social yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum.

Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat.

 

Sumber: http://beritajambi.co/read/2017/04/28/970/pengertian-moral–nilai-dan-fungsi-moral-bagi-kehidupan-manusia

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar